Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
By Girant_31
Balong Keramat Cigugur

Objek wisata Cigugur terletak di Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur. Objek wisata ini terdiri dari kolam yang merupakan habitat ikan langka yang disebut Kancra Bodas (Labaebarbus Dournensis) yang mana ikan ini jarang dijumpai di daerah lain yang oleh masyarakat sekitar keramatkan dan disebut ikan Dewa.
![]() | ![]() | ||
![]() | ![]() | ||
By Girant_31
Wisata Pemandian air panas Sangkanurip Alami
Pemandian air panas Sangkanurip adalah sebuah tujuan wisata di Jawa Barat. Letaknya di desa Sangkanurip, kecamatan Cigandamekar, sekitar 12 km dari arah Kuningan ke utara atau ± 23 km dari kota Cirebon ke selatan. Sangkanurip alami adalah tempat rekreasi dengan pemandian air panas alami beryodium bersuhu 36°C, kaya akan mineral dan mikro organisme baik dalam kamar tertutup maupun kolam air panas terbuka serta kolam air dingin. Kadar yodium yang cukup tinggi tersebut, sangat berkhasiat bagi penderita sakit rematik, penyakit kulit dan penyakit lainnya.
Di sekitar Sangkanurip tersedia hotel melati maupun berbintang dengan spa-nya (sante par aqua - sehat dengan air) serta restoran yang terkenal dengan ikan bakarnya. Di Grage Sangkan dan Tirta Sanita terdapat fasilitas untuk terapi kebugaran spa. Dengan menggunakan teknologi modern, dilakukan pemeliharaan air secara khusus dan juga tersedia beberapa fasilitas termasuk bubble area, geyser, back jet, jet stream, leg jet and air terjun. Manfaat Spa antara lain meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kolesterol, mengurangi lemak, meningkatkan metabolisme dan memproduksi sel-sel baru.
Lingkungan Alam Fisik
Sangkanurip Alami terletak di Sangkanurip, Kec. Cigandamekar. Konfigurasi umum Dangkanurip lahan ini berbukit-bukit, dengan kemiringan lahan agak curam, stabilitas tanah sedang, dan daya serap tanah baik, serta kualitas lingkunga
n cukup baik. 
Aksesibilitas
Untuk menuju ke Sangkanurip Alami ini dapat menggunakan kendaraan pribadi yang akan menempuh jarak 50 m dari jalan raya gerbang sangkanurip. Selain itu juga anda dapat berjalan kaki dan menggunakan ojek dengan dengan biaya Rp. 1.000-1.500, . Adapun kondisi jalan menuju kawasan linggarjati melalui Panawuan.
More►►
Alamat : Jl. Sangkanurip
Kecamatan : Cigandamekar
Jenis Wisata : Rekreasi dan Terapi Kesehatan
Daya Tarik : Kolam Renang air Panas dan Dingin, Pemandian
Jarak Tempuh : 50 m dari jalan raya gerbang sangkanurip
Jenis Wisata : Rekreasi dan Terapi Kesehatan
Daya Tarik : Kolam Renang air Panas dan Dingin, Pemandian
Jarak Tempuh : 50 m dari jalan raya gerbang sangkanurip
Pemandian air panas Sangkanurip adalah sebuah tujuan wisata di Jawa Barat. Letaknya di desa Sangkanurip, kecamatan Cigandamekar, sekitar 12 km dari arah Kuningan ke utara atau ± 23 km dari kota Cirebon ke selatan. Sangkanurip alami adalah tempat rekreasi dengan pemandian air panas alami beryodium bersuhu 36°C, kaya akan mineral dan mikro organisme baik dalam kamar tertutup maupun kolam air panas terbuka serta kolam air dingin. Kadar yodium yang cukup tinggi tersebut, sangat berkhasiat bagi penderita sakit rematik, penyakit kulit dan penyakit lainnya.
Di sekitar Sangkanurip tersedia hotel melati maupun berbintang dengan spa-nya (sante par aqua - sehat dengan air) serta restoran yang terkenal dengan ikan bakarnya. Di Grage Sangkan dan Tirta Sanita terdapat fasilitas untuk terapi kebugaran spa. Dengan menggunakan teknologi modern, dilakukan pemeliharaan air secara khusus dan juga tersedia beberapa fasilitas termasuk bubble area, geyser, back jet, jet stream, leg jet and air terjun. Manfaat Spa antara lain meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kolesterol, mengurangi lemak, meningkatkan metabolisme dan memproduksi sel-sel baru.
Lingkungan Alam Fisik
Sangkanurip Alami terletak di Sangkanurip, Kec. Cigandamekar. Konfigurasi umum Dangkanurip lahan ini berbukit-bukit, dengan kemiringan lahan agak curam, stabilitas tanah sedang, dan daya serap tanah baik, serta kualitas lingkunga
n cukup baik. Aspek Khusus
Fasilitas yang tersedia disini adalah Kolam renang dan pemandian air panas alami yang mengandung Yodium tinggi. kebersihan dijaga serta kondisi bangunan yang cukup terjaga, sebuah pusat informasi yang terletak di dekat pintu keluar masuk, Fasilitas lain yang paling sering digunakan adalah serta kolam renang dengan kondisi yang baik dan kebersihan cukup. Sarana lain yang terdapat di taman ini adalah tempat parkir yang dapat menampung kendaraan pribadi atau sepeda motor. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah berenang dan terapi kesehatan.
Fasilitas yang tersedia disini adalah Kolam renang dan pemandian air panas alami yang mengandung Yodium tinggi. kebersihan dijaga serta kondisi bangunan yang cukup terjaga, sebuah pusat informasi yang terletak di dekat pintu keluar masuk, Fasilitas lain yang paling sering digunakan adalah serta kolam renang dengan kondisi yang baik dan kebersihan cukup. Sarana lain yang terdapat di taman ini adalah tempat parkir yang dapat menampung kendaraan pribadi atau sepeda motor. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah berenang dan terapi kesehatan.

Aksesibilitas
Untuk menuju ke Sangkanurip Alami ini dapat menggunakan kendaraan pribadi yang akan menempuh jarak 50 m dari jalan raya gerbang sangkanurip. Selain itu juga anda dapat berjalan kaki dan menggunakan ojek dengan dengan biaya Rp. 1.000-1.500, . Adapun kondisi jalan menuju kawasan linggarjati melalui Panawuan.
By Girant_31

Ada satu tempat wisata di daerah Kuningan, 30 menit dari kota Cirebon. Tempat ini bernama Linggarjati. Tempat ini mudah dicapai dari kota Cirebon, ambil arah menuju Kuningan, nanti ada papan petunjuk jalan menuju tempat ini. Tempat yang dulunya adalah hotel ini, memiliki halaman yang luas. Di tempat ini pada tanggal 15 Nov 1946 terjadi peristiwa perundingan Linggarjati, yaitu dimana negara Belanda mengakui kedaulatan negara Republik Indonesia.
Linggarjati1Untuk masuk ke dalamnya tidak dipatok biaya, hanya mengisi buku tamu dan sumbangan untuk perawatan saja, Di dalamnya terdapat pemandu wisata yang menceritakan sejarah dari gedung tersebut. Tidak ada pungutan tambahan untuk itu, hanya sumbangan sukarela dari pengunjung untuk pemandu tersebut. Di dalamnya terdapat benda-benda yang masih dijaga keasliannya, seperti meja dan kursi rapat, lemari, tempat tidur dan jam besar. Memang ada beberapa furnitur yang merupakan replika dari aslinya. Di sana juga terdapat beberapa foto dan diorama yang menggambarkan suasana perundingan tempo doeloe.
Linggarjati
Sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Ciremai, antara kota Cirebon dan Kuningan. Di tempat ini dilangsungkan Perundingan Linggarjati antara Indonesia dan Belanda pada tahun 1946. Tempat diselenggarakannya Perundingan Linggarjati kini dilestarikan sebagai Museum Linggarjati.
Desa Linggajati berada di wilayah Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Desa ini terletak pada ketinggian 400 meter dari permukaan air laut. Desa ini mudah dijangkau, baik dari Kota Cirebon maupun Kota Kuningan. Jarak tempuh dari Kota Cirebon adalah sekitar 25 km, sementara jika dari Kota Kuningan berjarak sekitar 17 km. Jumlah penduduk Desa Linggajati tahun 2008 setidaknya tercatat lebih dari 3600 jiwa. Sekitar 75% penduduknya berprofesi sebagai petani.
Gedung Perundingan Linggarjati pernah berlangsung perundingan antara Indonesia dan Belanda (11-12 November 1946). Perundingan ini yang kemudian melahirkan Perjanjian Linggarjati.

Ruang Perundingan Linggarjati
Gedung ini atau disebut juga Museum Linggarjati telah direnovasi. Kini berdiri tegak, anggun sebagai saksi sejarah tentang Indonesia yang mencintai kemerdekaan, dan melalui sosok Bung Sjahrir serta kegigihan diplomasinya, juga adalah Indonesia yang mencintai damai.
By Girant_31
Balong Kramat Darma LokaLokasi : Desa Darma, kecamatan Darma
Kuningan - Jawa Barat
Balong keramat Darmaloka terletak di desa Darma, kecamatan Darma dan berada di tepi lintasan jalan Cirebon – Kuningan – Ciamis. Dari kota Kuningan jaraknya ± 13,5 km ke arah selatan atau ± 48 km dari kota Cirebon juga ke arah selatan. Konon Balong Keramat Darmaloka merupakan bekas peninggalan jaman Walisanga dalam rangka penyebaran agama Islam ratusan tahun yang lalu.
Balong Keramat Darmaloka terdiri atas beberapa bagian yaitu : - Balong Ageung - Balong Bangsal - Balong Beunteur - Bale Kambang - Sumber Air Cibinuang Balong Kramat Darmaloka menempati areal seluas ± 3 Ha yang ditumbuhi pohon-pohon tropis yang rindang. Disini terdapat kolam yang dihuni oleh ratusan ikan kancra putih yang biasa disebut juga akan “DEWA”, (Ikan Dewa), luas kolam ±- 700M2. Konon kolam tersebut berbentuk lafad Qur'an. Selain itu terdapat tempat yang dikeramatkan berupa kuburan atau petilasan. Di komplek Balong Keramat Darmaloka terdapat makam Syekh Rama Gusti yang konon ditugaskan oleh Walisanga untuk menyebarluaskan agama Islam di daerah tersebut.
By Girant_31
Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut
Kota kuno Chachapoyas, negeri orang-orang awan yang hilang ratusan tahun lalu berhasil ditemukan. Sebutan ‘masyarakat awan’ mungkin karena mengacu pada pegunungan andes yang selalu berselimut awan. Kehidupan dan kebudayaan kota kuno yang eksis sejak abad ke-9 ini, sampai sekarang masih misteri dan sulit diungkap karena mereka tidak banyak meninggalkan ‘catatan’.
Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun, namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan. Deretan patung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan ‘prajurit awan’ tetap berdiri tegak hingga kini. Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu.
Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun, namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan. Deretan patung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan ‘prajurit awan’ tetap berdiri tegak hingga kini. Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu.
Situs Karija ini dibangun hampir 1 milenium. Sebenarnya itu merupakan kuburan, setiap patung melambangkan tokoh yang di makamkan di sana. Mungkin bisa dibilang mirip dengan situs-situs makam di Tanah Toraja, Sulawesi Patung-patung itu terbuat dari clay dan plant matt di mana di dalamnya berisi mumi para tokoh Chachapoya. Yang uniknya posisi patung berisi mumi itu sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat pada jaman itu membawa dan menempatkannya di sana. Sebab, telah diteliti, tidak ada jalan yang bisa diakses menuju tempat itu.
Chachapoyas, 'Negeri Awan' di ketinggian 9500 meter dari permukaan laut
Kisah bangaimana kehidupan di Chachapoyas nyaris menjadi misteri karena tempatnya sangat terisolir. Kota kuno Chachapoyas yang hilang inii, ditemukan tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yang sangat terisolir, oleh tim ekspedisi arkeologi. Jaraknya sekitar 500 km sebelah timur laut Lima.
Tim arkeologi menemukan benteng-benteng dari batu serta bangunan-bangunan yang berada di tepi jurang, sisa-sisa tembok yang memuat lukisan-lukisan yang di pahat di bebatuan. Mungkin ini dibangun mereka untuk melindungi dari musuh.
Sayangnya, tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota kuno ini. Hanya sedikit catatan tentang hal itu, termasuk tentang kebudayaan mereka yang berkembang di abad ke-9. Kenyataannya, kota kuno itu berada di puncak ketinggian. Diduga, kota di ketinggian itu sengaja dikembangkan untuk pertahanan terhadap musuh.
Akan tetapi nasib mereka menjadi tak menentu ketika kekaisaran Inca semakin berkembang dan berhasil menaklukkan mereka 500 tahun lalu. Meskipun bangsa Chachapoyas sempat memberi perlawanan keras, namun kekuatan Inca tak tertandingi.
Keberuntungan datang ketika Spanyol datang pada 1535. Sisa-sisa suku Chachapoyas berpihak pada Spanyol untuk berperang melawan suku Inca. Namun kemudian datang penyakit orang Eropa, yakni cacar, yang melenyapkan populasi mereka.
mumi orang Chachapoyas
Penulis sejarah Cieza Pedro de León menulis, sosok orang-orang Chachapoyas berkulit putiah dan tanpan, kaum wanitanya cantik-cantik, itulah sebabnya banyak orang Inca menjadikan mereka istri.
Makam tokoh orang-orang awan ini di chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yang ditemukan di Revash.Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalah Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnya dilindungi oleh batu-batu besar.
Makam tokoh orang-orang awan ini di chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yang ditemukan di Revash.Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalah Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnya dilindungi oleh batu-batu besar.
benteng kuelap
Di Kuelap ada sekitar empat ratus gedung yang mungkin ditempati oleh sekitar 3.500 jiwa. Bandingkan dengan bangunan milik bangsa Inca, Manchu Picchu yang terkenal. Kompleks ini (Kuelap) menunjukkan bahwa bangsa Chachapoyas pada 1000 tahun lalu telah mampu membuat suatu yang luar biasa.
Siapa yang tahu, apa lagi yang akan ditemukan di pedalaman andes amazon? Semua memang masih misteri, seperti misteriusnya Chachapoyas.Minimnya catatan tentang suku ini memunculkan pesimis apakah bisa menguak kisah ‘orang-orang awan’ ini.***
By Girant_31
KABUPATEN KUNINGAN yang terletak di barat daya Gunung Ciremai, memiliki banyak obyek wisata. Mulai dari wisata alam, sejarah dan wisata budaya. Salah satu obyek wisata unggulannya adalah kolam pemandian Cibulan. Kolam itu terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, atau sekitar tujuh kilometer dari Kota Kuningan.Obyek wisata Cibulan merupakan salah satu obyek wisata tertua di Kabupaten Kuningan. Diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan yang saat itu dijabat oleh, R.A.A. Mohamand Achmad.
Biasanya untuk bisa masuk ke obyek wisata Cibulan, terlebih dahulu para wisatawan harus membeli tiket. Untuk harga tiket bagi anak-anak dikenakan Rp 1.000 per orang, sedangkan untuk orang dewasa Rp 2.000 per orang. Obyek wisata pemandian Cibulan sendiri dikelola oleh Pemerintah Desa Manis Kidul. Biasanya selalu ramai dikunjungi para wisatawan pada hari Minggu atau hari libur.
Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Cibulan biasanya bersama keluarga untuk mengisi hari libur sambil berenang. Terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang. Adapun ukuran kolam yang pertama berukuran 35 x 15 meter persegi dengan kedalaman dua meter. Sedangkan untuk kolam yang kedua berukuran 45 x 15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama berkedalaman 60 sentimeter, sedangkan untuk bagian yang kedua berkedalaman 120 sentimeter.
Tersedia fasilitas buat para pengunjung yang cukup lengkap. Tempat ganti pakaian, kamar kecil, kamar mandi, tempat bilas seusai berenang, musholla serta penyewaan ban karet. Tidak hanya itu, para pengunjung juga dapat menikmati puluhan ikan yang berwarna abu-abu kehitaman, atau yang lebih dikenal ikan Kancra Bodas (Ikan Dewa) di dalam kolam tersebut.
Konon menurut cerita masyarakat Desa Manis Kidul Kuningan, ikan tersebut merupakan ikan yang dahulunya adalah para prajurit-prajurit yang membangkang pada masa Kerajaan Padjajaran. Kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi menjadi ikan. Sampai sekarang ikan tersebut dipercayai oleh masyarakat Desa Manis Kidul sebagai ikan keramat yang mempunyai keistimewaan tertentu.
Namun terlepas dari benar atau tidaknya legenda tersebut khususnya bagi masyarakat Kuningan, sampai saat ini tidak ada yang berani mengambilnya. Ada kepercayaan bahwa barang siapa yang berani mengambil dan mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapatkan kemalangan.
Selain kolam dengan ikan Kancra Bodas, terdapat tujuh sumber mata air yang dikeramatkan. Tujuh mata air ini terdiri dari kolam-kolam kecil yang masing-masing mempunyai nama tersendiri. Sumur satu, Kejayaan; sumur dua, Kemulyaan; sumur ketiga, Pengabulan; sumur empat, Cirancana; sumur lima, Cisadane; sumur enam Kemudahan, serta sumur tujuh, Keselamatan.
Di antara ketujuh sumur itu, konon dari salah satu sumur yang bernama Cirancana terdapat kepiting emas. Apabila ada orang yang sedang mujur dan dapat melihat wujud dari kepiting emas tersebut, maka segala keinginannya akan terkabul.
Selain terdapat tujuh sumber mata air, juga terdapat sebuah petilasan yang letaknya dikelilingi oleh ke tujuh sumber mata air tersebut. Konon menurut cerita, petilasan tersebut merupakan petilasan Prabu Siliwangi. Petilasan berupa susunan batu menhir dan dua patung harimau. Tujuh sumur dan petilasan Prabu Siliwangi sering dikunjungi orang untuk berziarah, terutama pada malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah. (BC-07)













